Sabtu, 12 Desember 2015

Dajjal Sang Penipu Ulung

Dajjal bukanlah menghilangkan semua atribut keagamaan , tetapi Dajjal menipu manusia agar tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
atribut keagamaan akan tetap berjalan tetapi itu semua hanya sebatas keduniawian. atribut keagamaan berupa ibadah hanya sebatas kecintaan duniawi semata.


Rasulullah bersabda ,
Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka
menjadi kiblat mereka.
Dinar-dinar mereka menjadi agama mereka. Kehormatan mereka tergeletak pada kekayaan mereka.
 


(disini setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah … menjadi berhala...red)

Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja.
Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja.
Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali hanya sebagai bacaan saja.
Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk.
Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk dimuka bumi
.


(ulama hanya dikenali karena pakaiannya yang khas saja, dan bukan karena ilmu serta akhlaknya...)

Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana.


(Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat yang mengambil keputusan yang tidak ada keadilan sama sekali)


Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, “Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?”

Nabi menjawab, “Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala.” 

(disini berhalanya bukanlah kayu yang dipahat dalam bentuk makhluk-makhluk tertentu , tetapi berhalanya berupa kertas yang dipahat membentuk gambar-gambar tertentu...red , Mereka menyembah, mengabdi, dan mencurahkan seluruh hidupnya pada berhala itu) 

Rasulullah bersabda :
“Nanti pada akhir zaman, ada sekelompok orang dari umatku yang datang ke masjid, Mereka duduk dalam barisan yang rapat.
Mereka berdzikir. Namun dzikir mereka adalah dunia, dan kecintaan mereka terpaut pada dunia. Janganlah kamu duduk bersama mereka, karena Allah tidak berkepentingan dengan mereka.”

 
jadi Rasulullaah mengingatkan bahwa begitu cintanya manusia kepada dunia di akhir zaman nanti , sampai-sampai mereka menjalankan ibadah , semata-mata hanya demi kepentingan dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar