Rasulullah (saw) berkata mengenai Dajjal, “Bahwa Dajjal akan
mengendarai keledai, yang berjalan secepat awan, dan telinga yang
terentang lebar!”.(HR. Ahmad)
Jika anda memandang hadits itu secara tersurat , maka anda akan begitu lama sekali menunggu “keledai terbangnya” Dajjal. Tetapi jika anda memahaminya secara tersirat maka anda akan memahami bahwa keledai terbang itu adalah sebagai simbolisme religius yang berarti pesawat terbang modern.
Begitu juga dengan hadits yang membicarakan tentang ciri-ciri dajjal yaitu bermata satu dan didahinya tertulis kafir. (hadits dari Shahih Muslim)
Jika memaknai hadits ini secara tertulis , maka akan lama sekali menunggu makhluk yang berwujud aneh ini.
Tetapi jika diartikan secara tersirat , maka sudah banyak orang-orang yang seperti itu.
Allah SWT menciptakan ada 2 mata pada manusia. Yang pertama mata lahir dan yang kedua mata bathin (mata hati). Dajjal hanya memiliki satu mata , Jadi yang tidak dimiliki dajjal adalah mata hati. (jika orang yang tidak mempunyai mata hati maka orang tersebut tidak mempunyai perikemanusiaan lagi).
Dan kata kafir didahinya menyimbolkan bahwa segala pemikirannya atau logikanya selalu bertentangan dengan kebenaran , keadilan , dll.
Firman Allah SWT , “Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (QS Al-Baqarah:18)
Jika anda memandang hadits itu secara tersurat , maka anda akan begitu lama sekali menunggu “keledai terbangnya” Dajjal. Tetapi jika anda memahaminya secara tersirat maka anda akan memahami bahwa keledai terbang itu adalah sebagai simbolisme religius yang berarti pesawat terbang modern.
Begitu juga dengan hadits yang membicarakan tentang ciri-ciri dajjal yaitu bermata satu dan didahinya tertulis kafir. (hadits dari Shahih Muslim)
Jika memaknai hadits ini secara tertulis , maka akan lama sekali menunggu makhluk yang berwujud aneh ini.
Tetapi jika diartikan secara tersirat , maka sudah banyak orang-orang yang seperti itu.
Allah SWT menciptakan ada 2 mata pada manusia. Yang pertama mata lahir dan yang kedua mata bathin (mata hati). Dajjal hanya memiliki satu mata , Jadi yang tidak dimiliki dajjal adalah mata hati. (jika orang yang tidak mempunyai mata hati maka orang tersebut tidak mempunyai perikemanusiaan lagi).
Dan kata kafir didahinya menyimbolkan bahwa segala pemikirannya atau logikanya selalu bertentangan dengan kebenaran , keadilan , dll.
Firman Allah SWT , “Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (QS Al-Baqarah:18)
Tuli bukan berarti telinga lahirnya tidak bisa mendengar , telinga nya
bisa mendengar tetapi tidak mau mendengar kebenaran sebagai penuntun
dirinya kearah jalan yang diridhai Allah SWT.
Bisu bukan berarti mulut lahirnya tidak bisa bicara alias gagu. Tapi tidak mau mengatakan kebenaran sebagai suatu tindakkan untuk melepaskan dirinya dari cengkraman ketidakadilan.
Begitupun dengan kalimat buta pada ayat tersebut.
“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah . Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi , Mereka itulah orang-orang yang lalai/lengah”. {Al A’raaf Ayat 179}
Tetapi semua itu terserah dari logika anda untuk memahami kontek dari pengertian kalimat tersebut.
Bisu bukan berarti mulut lahirnya tidak bisa bicara alias gagu. Tapi tidak mau mengatakan kebenaran sebagai suatu tindakkan untuk melepaskan dirinya dari cengkraman ketidakadilan.
Begitupun dengan kalimat buta pada ayat tersebut.
“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah . Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi , Mereka itulah orang-orang yang lalai/lengah”. {Al A’raaf Ayat 179}
Tetapi semua itu terserah dari logika anda untuk memahami kontek dari pengertian kalimat tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar