Dengan menyebut nama
Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Hadits Diriwayatkan oleh Al-Hakim.
“Syirik itu lebih
samar dari semut hitam yang berada di atas batu hitam pada waktu malam gelap
gulita".
siapakah dari kalian
yang bisa melihat semut hitam itu ? dan pasti jika ia bisa melihat semut hitam
itu , berarti ia sudah bisa membedakan yang mana syirik dan bukan syirik.
Jadi jika anda berada
didalam suatu ruangan yang gelap gulita , dan didalam nya juga ada sebongkah
batu yang warnanya hitam dan diatas batu itu ada seekor semut hitam. jangankan
melihat semutnya , melihat batunya kita tidak akan bisa.
jadi satu-satunya
cara agar bisa melihat semut hitam itu adalah tubuh anda harus mengeluarkan
cahaya. nah cahaya inilah yang bisa membuat anda melihat semut hitam itu.
cahaya itu adalah Nuur atau Petunjuk atau Hidayah yang diperoleh dari ALLAH SWT
Sang Pencipta. dan Nuur itu bisa anda dapat jika anda bertakwa kepada ALLAH
SWT.
"Sesungguhnya
kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi
Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih
mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" QS. Al-Qasas [28] : 56
.
Takwa adalah anda
harus taat dan patuh kepada aturan/hukum tanpa alasan apapun. Takwa kepada
ALLAH SWT berarti anda harus taat dan patuh dalam menjalankan segala
aturan-aturan atau hukum-hukum ALLAH SWT
, meskipun itu terasa berat buat anda , dan anda tidak boleh membantahnya ,
apalagi bantahan anda dilandasi oleh logika dari pikiran anda.
Ingat iblis membantah
perintah ALLAH SWT dan menolak sujud kepada Nabi Adam karena iblis mengeluarkan
logikanya.
apa logika iblis ?,
yaitu bahwa dia terbuat dari api sedangkan adam terbuat dari tanah.
jadi ALLAH SWT sudah
pasti selalu memberikan Nuur NYA (hidayah) kepada manusia , hanya manusianya
saja yang selalu menolaknya dengan logika. dan lebih dari itu bahkan membuat
tandingan-tandingan Allah dengan logikanya juga.
”Sesungguhnya Allah
tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah
syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisa [4]: 116).
"Sesungguhnya
yang menentukan hukum hanyalah bagi ALLAH" (QS.Yusuf : 40)
hanya ALLAH SWT yang
berhak membuat aturan/hukum dan Jika anda membuat suatu undang-undang atau
aturan-aturan atau hukum-hukum untuk keadilan tanpa dilandasi Al-Qur'an dan
Sunah , silahkan membuatnya dan ALLAH SWT mengizinkan untuk membuatnya tetapi
anda tidak akan mendapatkan keadilan itu dan pasti anda tidak akan mendapatkannya
, begitu kata ALLAH SWT.
"Dan jika kamu
(tetap) dalam keraguan tentang Al quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang
benar".(QS. 2:23)
"Maka jika kamu
tidak dapat membuat (nya)--dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya),
peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang
disediakan bagi orang-orang kafir".(QS. 2:24)
"Katakanlah:
Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti
Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31).
“Barangsiapa
mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang
shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada
Tuhannya”. (Al-Kahfi:110).
karena banyaknya
logika-logika yang dikeluarkan oleh orang-orang bodoh , maka terlahirlah
golongan-golongan atau kelompok-kelompok dalam agamanya sendiri yaitu
Islam. padahal jika terjadi perbedaan ,
maka harus dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunah , harus diberlakukan apa-apa
yang tertera dalam Al-Qur'an dan Sunah Nabi ,
jangan memaksakan diri dan mengeluarkan logika bodohnya demi tegaknya kebodohan
umat.
“Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allâh dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah
ia kepada Allâh (Al-Qur’ân) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allâh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu)
dan lebih baik akibatnya”. (QS. Al-Nisâ’ [4]: 59)
"Sesungguhnya
(agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu , dan Aku adalah
Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul
itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka
(masing-masing)".. QS.Al-Mu’minun : 52-53
Kalau sudah demikian,
maka Rasulullah SAW berlepas diri, tidak bertanggung jawab atas perbuatan
orang-orang bodoh yang berpecah-belah terhadap agama Allah.
"Sesungguhnya
orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak
ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka
hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada
mereka apa yang telah mereka perbuat". QS. Al-an’aam : 159
"Dan diantara
manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang
berbuat zalim itu mengetahui ketika
mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal)". QS. Al-Baqarah : 165
Tidak ada komentar:
Posting Komentar