Kamis, 26 November 2015

SUDAH SIAPKAH ANDA MATI JAHILIYAH






SUDAH SIAPKAH ANDA MATI JAHILIYAH?

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di lehernya, maka ia mati dengan cara mati jahiliyah.” (HR. Muslim no. 1851; Ahmad dalam al-Musnad)

siapa saja yang harus dibaiat, padahal telah jelas, sejelas siang, yang mana cahaya dan yang mana kegelapan.

Silahkan pilih pemimpin berikut ini :

-Pemimpin menurut dien Quran : Ulil Amri adalah pemimpin/penguasa yang beriman, yang menegakkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya secara totalitas (kaffah) dalam semua aspek kehidupan. Hal ini berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:

"Barangsiapa mencari dien selain dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (QS. Ali Imran: 85)

-Pemimpin menurut dien Demokrasi : Obama, Putin, Jokowi, Assad, Erdogarn, Salman, dll.

Tetapi harus diingat, siapapun anda, muslim/bukan :

...barangsiapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus... (QS. Al-Baqarah: 256).

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum (berhakim) kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri Thaghut itu.... (QS. An-Nisa: 60)

Termasuk mati jahiliyah juga adalah orang yang mati sedangkan dia tidak pernah ikut berperang dan tidak pernah berniat untuk berperang, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Barang siapa mati sedang ia tidak pernah ikut berperang dan ia juga tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Muttafaqun ‘alaih)

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian." (QS. An-Nisa: 59)

لَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ, فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ
“Wajib bagi setiap muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa,–pent.) pada perkara yang di sukai dan dia benci kecuali jika dia diperintah untuk berbuat maksiat. Jika dia diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak ada mendengar dan taat”. (HR. Bukhary – Muslim)

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.”. (QS. Al-An’am : 129)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar