SUDAH SIAPKAH ANDA
MATI JAHILIYAH?
Dari Ibnu Umar
Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: Barangsiapa yang mati dalam
keadaan tidak ada baiat di lehernya, maka ia mati dengan cara mati jahiliyah.”
(HR. Muslim no. 1851; Ahmad dalam al-Musnad)
siapa saja yang harus
dibaiat, padahal telah jelas, sejelas siang, yang mana cahaya dan yang mana
kegelapan.
Silahkan pilih
pemimpin berikut ini :
-Pemimpin menurut
dien Quran : Ulil Amri adalah pemimpin/penguasa yang beriman, yang
menegakkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya secara totalitas (kaffah) dalam
semua aspek kehidupan. Hal ini berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:
"Barangsiapa
mencari dien selain dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien
itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (QS.
Ali Imran: 85)
-Pemimpin menurut
dien Demokrasi : Obama, Putin, Jokowi, Assad, Erdogarn, Salman, dll.
Tetapi harus diingat,
siapapun anda, muslim/bukan :
...barangsiapa yang
kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus... (QS.
Al-Baqarah: 256).
Apakah kamu tidak
memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang
diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak
berhukum (berhakim) kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri
Thaghut itu.... (QS. An-Nisa: 60)
Termasuk mati
jahiliyah juga adalah orang yang mati sedangkan dia tidak pernah ikut berperang
dan tidak pernah berniat untuk berperang, sebagaimana sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"Barang siapa
mati sedang ia tidak pernah ikut berperang dan ia juga tidak pernah berniat
untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Muttafaqun ‘alaih)
"Hai orang-orang
yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian." (QS. An-Nisa: 59)
لَى
الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلَّا
أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ, فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا
طَاعَةَ
“Wajib bagi setiap
muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa,–pent.) pada perkara yang di
sukai dan dia benci kecuali jika dia diperintah untuk berbuat maksiat. Jika dia
diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak ada mendengar dan taat”. (HR.
Bukhary – Muslim)
وَكَذَلِكَ
نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan demikianlah Kami
jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang
lain disebabkan apa yang mereka usahakan.”. (QS. Al-An’am : 129)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar