Kamis, 26 November 2015

SYIRIK



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 Hadits Diriwayatkan oleh Al-Hakim.

“Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang berada di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita".

siapakah dari kalian yang bisa melihat semut hitam itu ? dan pasti jika ia bisa melihat semut hitam itu , berarti ia sudah bisa membedakan yang mana syirik dan bukan syirik.

Jadi jika anda berada didalam suatu ruangan yang gelap gulita , dan didalam nya juga ada sebongkah batu yang warnanya hitam dan diatas batu itu ada seekor semut hitam. jangankan melihat semutnya , melihat batunya kita tidak akan bisa.
jadi satu-satunya cara agar bisa melihat semut hitam itu adalah tubuh anda harus mengeluarkan cahaya. nah cahaya inilah yang bisa membuat anda melihat semut hitam itu. cahaya itu adalah Nuur atau Petunjuk atau Hidayah yang diperoleh dari ALLAH SWT Sang Pencipta. dan Nuur itu bisa anda dapat jika anda bertakwa kepada ALLAH SWT.

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" QS. Al-Qasas [28] : 56
.
Takwa adalah anda harus taat dan patuh kepada aturan/hukum tanpa alasan apapun. Takwa kepada ALLAH SWT berarti anda harus taat dan patuh dalam menjalankan segala aturan-aturan atau hukum-hukum  ALLAH SWT , meskipun itu terasa berat buat anda , dan anda tidak boleh membantahnya , apalagi bantahan anda dilandasi oleh logika dari pikiran anda.

Ingat iblis membantah perintah ALLAH SWT dan menolak sujud kepada Nabi Adam karena iblis mengeluarkan logikanya.
apa logika iblis ?, yaitu bahwa dia terbuat dari api sedangkan adam terbuat dari tanah.
jadi ALLAH SWT sudah pasti selalu memberikan Nuur NYA (hidayah) kepada manusia , hanya manusianya saja yang selalu menolaknya dengan logika. dan lebih dari itu bahkan membuat tandingan-tandingan Allah dengan logikanya juga.

”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisa [4]: 116).

"Sesungguhnya yang menentukan hukum hanyalah bagi ALLAH" (QS.Yusuf : 40)

hanya ALLAH SWT yang berhak membuat aturan/hukum dan Jika anda membuat suatu undang-undang atau aturan-aturan atau hukum-hukum untuk keadilan tanpa dilandasi Al-Qur'an dan Sunah , silahkan membuatnya dan ALLAH SWT mengizinkan untuk membuatnya tetapi anda tidak akan mendapatkan keadilan itu dan pasti anda tidak akan mendapatkannya , begitu kata ALLAH SWT.

"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar".(QS. 2:23)
"Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya)--dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir".(QS. 2:24)

"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31).

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi:110).

karena banyaknya logika-logika yang dikeluarkan oleh orang-orang bodoh , maka terlahirlah golongan-golongan atau kelompok-kelompok dalam agamanya sendiri yaitu Islam.  padahal jika terjadi perbedaan , maka harus dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunah , harus diberlakukan apa-apa yang tertera dalam Al-Qur'an dan Sunah Nabi ,  jangan memaksakan diri dan mengeluarkan logika bodohnya demi tegaknya kebodohan umat.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allâh dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allâh (Al-Qur’ân) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allâh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS. Al-Nisâ’ [4]: 59)

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu , dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)".. QS.Al-Mu’minun : 52-53

Kalau sudah demikian, maka Rasulullah SAW berlepas diri, tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang-orang bodoh yang berpecah-belah terhadap agama Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat". QS. Al-an’aam : 159

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu  mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)". QS. Al-Baqarah : 165


SUDAH SIAPKAH ANDA MATI JAHILIYAH






SUDAH SIAPKAH ANDA MATI JAHILIYAH?

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di lehernya, maka ia mati dengan cara mati jahiliyah.” (HR. Muslim no. 1851; Ahmad dalam al-Musnad)

siapa saja yang harus dibaiat, padahal telah jelas, sejelas siang, yang mana cahaya dan yang mana kegelapan.

Silahkan pilih pemimpin berikut ini :

-Pemimpin menurut dien Quran : Ulil Amri adalah pemimpin/penguasa yang beriman, yang menegakkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya secara totalitas (kaffah) dalam semua aspek kehidupan. Hal ini berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:

"Barangsiapa mencari dien selain dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (QS. Ali Imran: 85)

-Pemimpin menurut dien Demokrasi : Obama, Putin, Jokowi, Assad, Erdogarn, Salman, dll.

Tetapi harus diingat, siapapun anda, muslim/bukan :

...barangsiapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus... (QS. Al-Baqarah: 256).

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum (berhakim) kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri Thaghut itu.... (QS. An-Nisa: 60)

Termasuk mati jahiliyah juga adalah orang yang mati sedangkan dia tidak pernah ikut berperang dan tidak pernah berniat untuk berperang, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Barang siapa mati sedang ia tidak pernah ikut berperang dan ia juga tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (Muttafaqun ‘alaih)

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian." (QS. An-Nisa: 59)

لَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ, فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ
“Wajib bagi setiap muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa,–pent.) pada perkara yang di sukai dan dia benci kecuali jika dia diperintah untuk berbuat maksiat. Jika dia diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak ada mendengar dan taat”. (HR. Bukhary – Muslim)

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.”. (QS. Al-An’am : 129)