Rabu, 10 Juli 2013

ISLAM DAN MASA DEPAN UANG

                    ISLAM DAN MASA DEPAN UANG
Sheik Imran Nazar Husein

BAB.1
PENDAHULUAN

Abu Bakar bin Abi Maryam berkata , :  Rasulullah(S.A.W) berkata ; “Akan datang suatu masa dimana tidak akan ada yang (berharga) untuk digunakan (dalam transaksi) , simpanlah dinar dan dirham”. (musnad Ahmad) { ini merupakan nubuah yang dengan jelas menerangkan kejatuhan system moneter modern (berdasarkan tipu daya) yang saat ini digunakan diseluruh dunia.
Sangat aneh dan memalukan untuk mengetahui bahwa pada saat ini ketika musuh islam akan mengakhiri Guantano Finansial (penjara uang kertas dunia) , sebagian besar muslim tetap mengacuhkan sisi kelicikan dari sistim keuangan yang diciptakan oleh eropa diperadapan barat modern ini. Salah seorang dari mereka bahkan mentertawakan penulis buku ini yang dianggap memiliki pandangan lucu dan aneh mengenai uang.
Tampaknya banyak yang tidak mengerti mengenai peranan dari sistim keuangan yang diciptakan oleh eropa , musuh islam , dimana sistim itu bertujuan untuk memberikan mereka kapasitas untuk melakukan pencurian legal yang masal terhadap kekayaan seluruh umat manusia. Atau mengerti pada kenyataan bahwa musuh kita telah mendesain sebuah sistim moneter yang akan memberikan mereka sebuah kediktatoran finansial terhadap seluruh dunia. Mereka telah berhasil memperbudak jutaan muslim (dan juga bangsa lainnya) dengan upah minimum regional dan juga kemelaratan , dan pada saat yang sama mereka mengejar agenda jahat atas nama Negara yahudi Israel , dimana kenyataannya Negara ini adalah Negara ‘eropa’ sama seperti inggeris 1400 tahun yang lalu dan juga amerika serikat dan Australia saat ini , Negaranya orang-orang eropa ditanah bangsa lain. Sangat menjijikan untuk mendengar orang-orang yang menyalahkan rakyat Pakistan atau rakyat Indonesia karena kemiskinan dan kemelaratan Pakistan dan Indonesia.
Media massa , bahkan dinegara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam , berbondong-bondong memblokade berita-berita yang berkaitan dengan masalah ini. Contohnya ketika diselenggarakannya “International Conference of the gold dinar economic “ atau “Konferensi internasional mengenai ekonomi berdasarkan dinar emas” Di putra World Trade Center kualalumpur , pada tanggal 24 dan 25 juli 2007. Konferensi dibuka dengan yang sangat mengesankan oleh perdana menteri Malaysia , Tun  Dr.Mahathir Muhamad yang dilanjutkan dengan ceramah pendahuluan yang kami sampaikan mengenai uang , yang berjudul, : “penjelasan mengenai hilangnya mata uang yang memiliki nilai intrinsic”. Dimana ceramah itulah yang menjadi dasar pembuatan buku ini. Para pembaca mungkin dapat melihat ceramah-ceramah dalam konferensi itu dalam liputan berbahasa inggeris yang dimuat di surat-surat kabar Malaysia.
Yang lebih buruk dari blockade media masa mengenai masalah ini adalah para sarjana islam klasik (ulama) yang sama dengan sebagian besar umat islam , mereka acuh dan diam , mengenai sifat penipuan dalam uang modern. Bahkan jika mereka mengetahui kenyataan dan fakta bahwa ada yang salah dalam sistim keuangan modern yang aneh ini , mereka tidak memiliki keberanian untuk menyatakan sistim keuangan yang tidak bisa ditembus dengan emas ini (tidak dijaminkan dengan emas) adalah penipuan  dan oleh karenanya HARAM.
Muslim diwajibkan memiliki ‘moral’ untuk menjadi orang yang beriman , karena Allah S.W.T adalah pribadi yang bermoral dan lurus.
“sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu , tidak ada sesuatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku diatas jalan yang lurus”.  (QS.Al-Hud. 11:56)
Allah S.W.T , Sang pencipta mahluk dan alam semesta , telah menciptakan prinsip-prinsip yang lurus dan bermoral , bahkan binatang pun Dia pegang dan arahkan, sehingga kita , manusia juga berdoa :
“Tunjukilah kami jalan yang lurus”.  (Qs. Al-Fatiha. 1:6)
Kita harus berjalan dijalan yang lurus , jalan manusia yang bertatanan moral , keadilan dan kebenaran.
Pemerintah yang memerintah umat islam adalah bagian yang paling menyedihkan , entah mereka mengerti , atau mereka tidak mau mengerti mengenai kenyataan ini . alas an dibalik sikap mereka itu terletak diperanan mereka yang tunduk dan taat kepada aliansi yahudi nasrani (peradaban barat modern) yang kini memerintah dunia.
Salah satu pengecualian adalah perdana menteri Malaysia,(DR. Mahathir Muhamad), Beliau tidak hanya mengerti mengenai sifat ekploitatif dari sistim moneter yang diciptakan oleh peradaban barat modern , beliau juga berani menyuarakan apa yang tidak berani disuarakan ulama , yaitu menggunakan kembali dinar dan dirham sebagai uang , untuk menggantikan sistim moneter yang berdasarkan penipuan dollar amerika serikat. Sehingga muslim dapat terlepas dari jerat penindasan financial dan ekploitasi ekonomi. Namun seperti yang sudah-sudah , ulama dan muslim Malaysia pun mengacuhkannya.
Kami memaparkan hasil kerja kami yaitu ‘masa depan uang’ bagi mereka yang beruntung , yang percaya pada Al-Qur’an sebagai sabda dari Tuhan yang satu, dan juga Hadist sebagai sabda dan contoh dari utusan Tuhan yaitu Muhammad (s.a.w)
Kami sadar pada kenyataan dimana kami harus mengajarkan subjek ini secara terus menerus , dan kami juga berdoa kepada Allah S.W.T untuk menyingkirkan tabir yang berada didepan mata manusia. Hanya dengan itulah kami berharap mereka akan dapat melihat tahap akhir dari sistim moneter yang menipu ini. Yang dirancang untuk memperbudak umat manusia diseluruh dunia.
Sisti moneter yang berada diambang pintu kehancuran , dan ketika ia hancur , ia akan menghancurkan orang-orang (masyarakat) yang menentang aliansi yahudi nasrani yang kini memerintah dunia.
Tahap akhir dari evolusi moneter mereka adalah penetapan pulsa-pulsa elektronik sebagai uang , berlian yang berkilau dimahkota setan , yang akan menggantikan uang kertas. Tahap akhir ini sudah dijalankan didepan mata kita, dan sekarang yang akan dilakukan oleh bandit-bandit moneter ini adalah mendesain krisis dunia (serangan terhadap iran atau perang nuklir) yang akan mengakibatkan runtuhnya mata uang Dollar amerika serikat sebagai konsekuensi dari krisis moneter yang permulaannya sudah berlangsung saat ini dibeberapa penjuru belahan dunia.
Runtuhnya dollar dapat dilihat dengan harga tukar dollar terhadap emas, yang saat ini mendekati catatan dibulan januari 1980 yaitu USD 850 per 1 ons emas. Kita akan melihat eskalasi peningkatan nilai tukar dollar terhadap emas sampai dengan USD 3000 per 1 ons emas. Hal yang sama juga terlihat didalam harga minyak dunia.
Kami akan menjelaskan kepada pembaca mengenai sudut pandang Al-Qur’an dan Al-Hadist terhadap uang kertas. Kami juga akan memaparkan kepada anda bahwa uang dalam sudut pandang tersebut adalah uang sunah, yang berasal dari Rosulullah (S.A.W) , uang yang memiliki nilai intrinsik. Nilai instrinsik adalah nilai yang ditetapkan pada uang itu (berapa pun jumlahnya) , yang tersimpan dari bahan pembuat uang itu , sehingga uang itu kebal dari manipulasi dan devaluasi yang bertujuan menurunkan nilai dari uang.
Kami juga akan menjelaskan bahwa sistim moneter yang diciptakan oleh aliansi yahudi nasrani eropa bertujuan untuk menghilangkan ‘uang dengan nilai intrinsik’ dari sistimkeuangan yang digunakan didunia , dan menggantinya dengan uang yang tidak memiliki nilai instrinsik. Uang tersebut adalah uang kertasyang tidak dijaminkan dengan emas oleh institusi-institusi yang mengeluarkannya, yang bertujuan supaya mereka dapat menaikkan dan menurunkan nilainya. Maka ketika nilainya diturunkan, akan terjadi pencurian legal terhadap kekayaan alam dunia , terhadap mereka yang menggunakan uang yang telah didevaluasi itu , dan disaat yang sama menaruh jerat kepada Negara-negara yang berhutang sehingga Negara-negara itu tidak dapat melunasi hutang yang mereka ambil dengan bunga. Negara-negara ini akan terpenjara dalam hutang yang mereka tidak akan pernah dapat membayarnya, keadaan ini akan membuat mereka taat , tunduk, dan patuh kepada sang pemberi hutang, yang kini dapat memerintah mereka. (silahkan baca buku dari john perkins, “confessions of an economic hitman” atau “pengakuan dari seorang bandit ekonomi”).
Ketika uang didevaluasi (turun nilainya/harga komoditas dan barang-barang naik), ini berarti jumlah uang dalam sirkulasi atau peredaran dimasyarakat , mereka tambahkan. Penambahan dalam bentuk mencetak uang baru yang masuk kedalam kantong mereka sendiri, maka harga dari property (rumah atau tanah) , harga tenaga kerja, harga komoditas dan barang-barang, akan menjadi murah bagi mereka yang menciptakan sistim keuangan (mahal bagi yang lain). Akhirnya disalah satu bagian dunia ada orang dapat hidup dengan nyaman dan sejahtera, dimana diseluruh bagian dunia yang lainnya, dengan mata uang yang didevaluasi terus menerus, masyarakat hidup dalam perbudakkan dan tenggelam dikeringat mereka sendiri , supaya para bandit dapat hidup kaya secara permanen dengan tiket permanen kelas vvip dalam kapal pesiar ‘kehidupan’. Ketika kemiskinan meningkat , maka secara alami, korupsi juga meningkat.
Mereka yang memiliki intelek namun memiliki rasio dan moral setara hewan ternak , kemudian terheran-heran dan dengan lantang mengatakan ; mengapa Negara-negara muslim menderita akibat banjir korupsi sementara barat bebas dari korupsi ?
Kemudian IMF akan memaksakan privatisasi (go public) kepada mereka yang uangnya telah kehilangan nilainya , para bandit kemudian dapat membeli lading-ladang minyak bumi, gas alam, perusahaan-perusahaan listrik, telephone, dll…
Dinegara-negara itu, dengan harga sebuah lagu ditambah enam sen, yaitu untuk harga yang kurang dari harga aslinya. Tetap menjadi suatu enigma bahwa Hugo Chevez presiden Venezuela mengerti peranan eksploitatif dari IMF ini, dia membawa Venezuela keluar dari keanggotaan IMF , sementara para ulama dan sarjana islam tetap diam dalam subjek ini. Suara yang selalu mereka keluarkan adalah keluhan-keluhan; mengapa umat mereka tidak bisa sabar untuk bisa menjadi sejahtera, dan kerja terus menerus sampai hari kiamat tiba.    
Buku ini juga akan menjelaskan bahwa musuh kita tidak akan hanya puas dengan hidup diatas keringat orang lain saja , namun mereka memiliki agenda lain yaitu mengeksploitasi sistim keuangan yang tidak adil dan menindas ini dalam rangka mencapai tujuan mereka. Mereka memiliki agenda besar dibalik kediktatoran mereka dibidang ekonomi yang memperbudak umat manusia , yaitu memberikan jalan bagi mereka untuk menjadikan Negara yahudi Israel ‘eropa’ menjadi Negara adikuasa dunia, sehingga pada akhirnya aka nada seorang pemimpin Negara Israel, setelah Israel menjadi Negara adikuasa , yang akan mengaku sebagai messiah (almasih). Namun faktanya dia adalah messiah palsu (almasih ad dajjal atau antichrist).
 Kita sekarang sangat dekat kepada saat itu dimana kami yakin bahwa anak-anak yang ada dibangku sekolah saat ini akan hidup untuk menyaksikannya. Kecuali anda dapat memahami agenda besar ini yang berada dibalik penciptaan sistim moneter yang menipu ini , yaitu sistim uang kertas yang tidak dijaminkan emas, anda tidak akan dapat menanggapi dengan benar sistim moneter itu pada kehidupan umat manusia khususnya muslim.


BAB.2
UANG DIDALAM AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Banyak sarjana muslim sekuler dijaman modern ini yang dengan tabu percaya bahwa agama tidak punya peranan dalam kehidupan masyarakat dibidang ekonomi dan politik. Mereka tidak akan dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi pada masa kehidupan  ,  berikut ini:
Abu Said Al-Khudri mengatakan bahwa Bilal membawakan Rosulullah (S.A.W) kurma barni dan ketika Rosulullah (S.A.W) bertanya bagaimana Bilal mendapatkan kurma itu , Bilal menjawab : “saya memiliki kurma berkualitas rendah lalu saya menukarkan 2 sa’s kurma itu dengan 1 sa’s kurma barni ini”,  Rosulullah (S.A.W) membalas , “Bilal ini adalah inti dari riba , jangan melakukannya , namun jika kamu ingin melakukannya (dengan cara yang benar dan tidak riba) , jual dahulu kurma yang kwalitas rendah itu dan dengan uang penjualan itu , belilah kurma barni itu”.   (H.R. Bukhari dan Muslim)
Kita mengetahui dari Rosulullah (S.A.W) melarang pertukaran yang tidak setara antara kurma dengan kurma. Beliau (S.A.W) menyatakan bahwa hal itu adalah intisari dari riba. Walaupun terdapat bukti-bukti bahwa terjadi pertukaran yang tidak setara antara unta dengan unta yang beliau (S.A.W) perbolehkan :
Yahya mengatakan bahwa malik yang berasal dari dair Naf’I melihat Abdulah bin Umar menukarkan 1 unta betina dengan  4 unta jantan kepada seseorang di ar-Rabadha.    (Muwatta , Imam Malik)
Sehingga timbul pertanyaan ; mengapa pertukaran tidak setara antara kurma dengan kurma dilarang sedangkan pertukaran tidak setara antara unta dengan unta diperbolehkan ?
Jawaban dari permasalahan ini terletak didalam hadist lain dari Rosulullah (S.A.W) mengenai riba :
Abi Said Al-Khudri mengatakan bahwa Rosulullah (S.A.W) berkata , “Emas dengan Emas , Perak dengan Perak , Gandum dengan Gandum , barley dengan barley , kurma dengan kurma , dan garam dengan garam. ketika sebuah transaksi melibatkan barang yang sama (yg telah disebutkan diatas) maka transaksi harus dilakukan ditempat itu (muka bertemu muka) dan jika salah satu meminta lebih (pertukaran tidak setara) maka ditelah memakan riba , dimana penerima dan pemberi berdosa sama besar.  (HR.Sahih Muslim)
Hadis tersebut diatas dengan jelas menerangkan 3 hal :
1.     Menerangkan apa yang disebut sebagai uang dalam islam , yaitu logam berharga seperti emas dan perak , atau komoditas bahan pangan yang tahan lama yaitu  gandum , barley (sejenis beras) , kurma , dan garam. Maka ketika terjadi kelangkaan koin emas dan perak dipasar madinah, komoditas pangan tahan lama yang menjadi konsumsi manusia sehari-hari seperti kurma yang tersedia melimpah dijazirah arab , digunakan sebagai uang. Sehingga kita sekarang dapat menjawab pertanyaan tadi.   Pertukaran tidak setara antara unta dengan unta diperbolehkan karena unta dan binatang lainnya tidak digunakan sebagai uang. Dan pertukaran tidak setara antara kurma dengan kurma tidak diperbolehkan karena kurma digunakan sebagai uang. Dan permintaan untuk pertukaran seperti itu (tidak setara antara uang) akan membuka pintu bagi rentenir untuk member hutang dengan bunga.[1]
Dengan prinsip yang sama , jika komoditas pangan yang tahan lama akan digunakan sebagai uang dipulau jawa , Indonesia misalnya , maka beras dapat digunakan sebagai uang jika emas dan perak jumlahnya langka dipasaran. Dan dikuba dilain pihak , maka gula dapat digunakan sebagai uang, dll.
Beberapa sarjana muslim berpendapat bahwa manusia dapat menggunakan apa saja sebagai uang, bahkan pasir dapat digunakan sebagai uang, oleh karena itu tidak ada larangan dalam menggunakan kertas sebagai uang dengan menuliskan nilai dikertas itu.
Jawaban kami, pasir tidak dapat digunakan sebagai uang , berdasarkan hadist diatas. Karena pasir bukan merupakan komoditas pangan yang dimakan sehari-hari. Barang atau material yang digunakan sebagai uang adalah material yang berharga bagi manusia seperti logam berharga (emas dan perak) atau komoditas pangan yang dikonsumsi manusia sehari-hari, dan komoditas pangan itu memiliki umur yang panjang (gandum , barley , kurma , garam , jagung , dll).
2.     Ketika emas , perak , gandum , barley , kurma , dan garam (juga beras , gula , dll) digunakan sebagai uang , nilai dari uang tersebut terletak dan tersimpan didalam uang itu , bukan diluar uang itu (seperti halnya uang kertas ). Oleh karena itu uang yang telah ditetapkan Rosulullah (S.A.W) memiliki nilai intrinsik.
3.     Uang selalu berupa komoditas yang diciptakan oleh ALLAH SWT dan nilai yang berada didalamnya diciptakan dan ditentukan sendiri oleh ALLAH SWT karena ALLAH SWT mendeklerasikan DiriNya sebagai Al-Razak sang pencipta kekayaan.
Sekarang kita dapat mendefinisikan uang yang berdasarkan sunnah yaitu sebagai berikut :
ü Uang adalah logam berharga (emas dan perak) dan juga komoditas pangan tahan lama (kurma , beras , gandum , gula , garam , dll).
ü Uang harus memiliki nilai intrinsik.
ü Uang yang diciptakan oleh Allah SWT , dengan nilai didalamnya yang ditentukan oleh Allah SWT Sang pencipta kekayaan.
Beberapa sarjana islam berpendapat karena sunnah terdiri dari dua jenis , yaitu yang berasal dari panduan Allah SWT, dan yang berasal dari pendapat pribadi Rosulullah(S.A.W) , dimana Beliau (S.A.W) mengatakan , “kamu lebih mengetahui perihal dunia ketimbang aku!”. Implikasi dari hal ini adalah bahwa muslim tidak wajib menjalankan sunnah yang termasuk jenis ini.
Sarjana-sarjana islam yang berpendapat demikian selanjutnya mengemukakan bahwa ‘uang’ masuk kedalam sunnah jenis kedua yang disebutkan tadi. Konsekuensinya adalah legitimasi islam untuk menerima uang kertas yang diciptakan aliansi yahudi nasrani sebagai penguasa dunia saat ini yang dengan sederhana menyematkan (menulis) nilai fiktif diatas kertas itu (uang kertas) dan dalam prosesnya mereka menciptakan kekayaan sebanyak kemauan mereka, menjadi sang pencipta kekayaan. Mereka kemudian dapat menggunakan uang itu untuk membeli apa saja diseluruh dunia, namun tidak diperbolehkan oleh mereka (aliansi yahudi nasrani) jika seseorang muslim melakukan ini yaitu, mencetak uang sebanyak yang dia mau. Menciptakan kekayaan dari tidak ada menjadi ada , satu koper penuh berisi rupiah Indonesia atau rupee Pakistan tidak akan dapat membeli satu cangkir kopi di manhattan new York.
Sarjana islam seperti ini yang tidak pernah menyatakan haram terhadap sistim moneter uang kertas , dan nampaknya mereka tidak akan pernah menyatakannya sebagai haram.  Mereka tentu saja salah dalam penilaian mereka dan harus menerima konsekuensinya dihari pengadilan nanti di akhirat.  Mereka tidak memahami bahwa uang yang berwujud logam berharga yang diciptakan sendiri oleh Allah SWT dengan nilai intrinsik didalamnya , dinyatakan didalam Al-Qur’an :
“Diantara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak , dikembalikannya kepadamu . dan diantara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya 1 Dinnar , tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan ‘ tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi’, mereka berkata dusta terhadap Allah , padahal mereka mengetahui”. 
(Q.S. Al-Imran:75). 
Allah SWT menyebut ‘Dirham’ (koin perak) dalam surah yusuf :
“Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah , yaitu beberapa Dirham saja , dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf”. (Q.S.Yusuf:20).
Didalam ayat-ayat tersebut Allah SWT telah menyatakan ‘uang’ adalah koin emas  dan perak. Dinnar adalah koin emas yang memiliki nilai intrinsik , dan Dirham adalah koin perak yang memiliki nilai intrinsic juga. Kedua nya tersebut didalam Al-Qur’an, dan merupakan ciptaan Allah SWT , dan keduanya memiliki nilai intrinsik yang juga telah ditentukan sendiri oleh Allah SWT sebagai Sang Pencipta Kekayaan.
Ada juga ayat lain yang menyatakan emas dan perak sebagai kekayaan dan kekayaan seperti dapat digunakan sebagai uang dalam bentuk Dinnar emas dan Dirham perak :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita , anak-anak , harta yang banyak dari jenis emas , perak , kuda pilihan , binatang-binatang ternak , dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia , dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik(surga)”. (Q.S. Al-Imran:14).
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati  sedang mereka tetap dalam kekafirannya , maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi ,walaupun dia menebus dirinya dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong”. (Q.S.Al-Imran:91).
“Hai orang-orang yang beriman , sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim yahudi dan rahib-rahib nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan bathil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah , maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih”. (Q.S.At-Taubah:34).
“Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang diantara mereka harta Qintar (Qintar=12.000 Dinnar) yang banyak , maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?”. (Q.S.An-Nissa:20).
Al-Qur’an melanjutkan untuk mengungkapkan bahwa emas dan perak akan mempertahankan statusnya sebagai kekayaan dengan nilai yang berharga dikehidupan yang selanjutnya (akhirat). Dengan kata lain , emas dan perak memiliki realitas spiritual sebagai tambahan peranan emas dan perak dikehidupan dunia.
“Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak , dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih”. (Q.S.Al-Ihsan.76:21).
“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas  dan piala-piala , dan didalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap(dipandang) mata dan kamu kekal didalamnya”. (Q.S.Al-Zukhruf.43:71)
“Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?”. (Q.S.Al-Zukhruf.43:53). (di ayat ini sangat jelas bahwa mereka mengenal emas begitu berharga sehingga hanya bisa datang dari Tuhan) 
“Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas , atau kamu naik kelangit , dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca. Katakanlah, ‘Maha suci Tuhanku , bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?”.
(Q.S.Banu Israil.17:93).

Memang Dinnar emas akan memainkan peranan penting dihari penghakiman. Didalam suatu hadist yang panjang , berat sebuah kebaikan didalam hati ketika diukur berdasarkan Dinnar , akan menjadi ukuran dimana orang akan dikeluarkan dari neraka :

Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan bahwa Rosulullah (S.A.W) berkata , Ketika hari kebangkitan datang , seorang mu’adhin(juru bicara) akan mengumumkan , ‘biarkan setiap orang mengikuti apa yang mereka biasa sembah(didunia)…’   maka mereka yang menyembah hanya Allah akan terbebas dari neraka. Allah menyuruh mereka mengeluarkan sebagian besar manusia yang sudah terbakar api neraka , ada yang terbakar sampai perut ada yang sampai lutut . mereka berkata, “Ya Allah , kami telah mengeluarkan mereka , sesuai dengan apa yang engkau perintahkan”, Allah SWT berkata, “kamu kembali lagi keneraka , dan keluarkanlah orang-orang disana yang kamu timbang iman mereka setara dengan 1 dinnar !”. kemudian mereka mengeluarkan dari neraka orang-orang yang mereka pilih. Kemudian mereka berkata, “Ya Allah , kami telah mengeluarkan mereka sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan”. Allah SWT berkata , “kamu kembali lagi , dan keluarkanlah mereka yang mempunyai iman setara dengan ½ Dinnar !”. kemudian mereka mengeluarkan dari neraka orang-orang yang mereka pilih. Kemudian mereka berkata, “Ya Allah , kami telah mengeluarkan mereka sesuai dengan apa yang engkau perintahkan”. Allah SWT berkata , “kamu kembali lagi keneraka dan keluarkanlah orang-orang disana yang kamu timbang iman mereka setara dengan atom/partikel/biji zarah/iman paling kecil”. Kemudian mereka kembali keneraka dan mengeluarkan orang-orang yang mereka pilih. Kemudian mereka berkata, “Ya Allah , sudah tidak ada lagi orang yang beriman dinereka”.              (Shahih Muslim)
Ayat dan hadist diatas memaparkan bahwa emas dan perak diciptakan oleh Allah SWT dengan nilai yang telah ditetapkan didalamnya , bahwa nilai tersebut  digunakan didunia ini dan juga akan digunakan di akhirat. Ayat-ayat tersebut juga dengan jelas menerangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan baik emas maupun perak untuk digunakan oleh manusia sebagai uang dari banyak fungsi lainnya. Siapapun yang buta untuk menantang fakta yang jelas ini harus mempersiapkan dirinya untuk mempertahankan pendapatnya dihari penghakiman kelak.
Uang dengan nilai intrinsik saat ini telah hilang dari sisti keuangan yang digunakan diseluruh penjuru bumi. Seluruh dunia muslim juga bersalah ketika mereka meninggalkan uang yang secara tegas dan teguh dicantumkan di Al-Qur’an , yang bahkan juga disebutkan diakhirat. Muslim saat ini seperti yang telah saksikan dengan mata kepala kita , telah membayar dengan harga yang menyakitkan karena meninggalkan ‘uang suci’ dan menerima sebagai penggantinya cara-cara tipu daya didalam bentuk ‘uang sekuler’.
Tujuan buku ini adalah untuk menjelaskan , bagaimana dan mengapa uang sunnah ditiadakan. Kami meminta mereka yang membaca buku ini akan mengerti dan setuju dengan argument yang dipaparkan buku ini , sehingga mereka dapat bertindak terhadap apa yang diperintahkan Rosulullah (S.A.W) :
Abu Sa’id Al-Khudri berkata , Saya mendengar Rosulullah(S.A.W) berkata, “Barang siapa dari kalian yang melihat kejahatan , biarkan dia merubahnya dengan tangannya , dan jika dia tidak dapat melakukannya , biarkan dia merubahnya dengan lidahnya , dan jika dia tidak dapat merubahnya , maka dengan hatinya. Inilah iman yang paling rendah”.  (Sahih Muslim)

BAB.3
AGENDA BESAR

Ada sebuah agenda besar yang menghubungkan tiga hal , yaitu :
1.     Politik international
2.     Ekonomi moneter international
3.     Agama
Dengan penipuan sistim moneter modern saat ini , kami akan menjelaskannya.
Setiap bocah yahudi mengetahui dan percaya dengan sebuah pesan suci yang disampaikan kepada bani Israel dimana Allah SWT mengatakan sejarah akan berakhir ditangan satu orang yang akan menjadi nabi dan messiah memerintah seluruh dunia dari singgasana Daud (As) di Jerussalem suci dengan sebuah pemerintahan yang abadi.
Pemerintahan abadi dalam artian bahwa pemerintahan itu akan terjadi diakhir kehidupan manusia dan menjadi penutup dari sejarah manusia diakhir jaman. Yahudi menyimpulkan bahwa sejarah akan berakhir dengan Pax judaica (tatanan dunia yahudi) dengan Jerussalem menjadi pusatnya dunia seperti pada saatnya Sulaiman (As). Mereka percaya bahwa Pax judaica akan menjadi bukti kebenaran agama yahudi yang akan menganulir kebenaran agama lainnya.
Adalah suatu hal yang menakjubkan bahwa Islam dan Nasrani memiliki pandangan yang hampir mirip dengan pandangan yahudi mengenai konsep berakhirnya akhir jaman , yaitu dengan berakhirnya sejarah manusia dengan pemerintahan messiah yang memerintah dunia dengan adil dari jerussalem suci. Namun tidak seperti yahudi , muslim dan nasrani percaya bahwa Isa (as) atau Yesus menurut nasrani , anak dari perawan maryam  adalah messiah suci yang dijanjikan oleh Allah SWT. Mereka juga percaya bahwa dia diangkat kesurga pada saat ketika dia akan dicoba dibunuh melalui penyaliban. Dan bahwa dia akan kembali kebumi untuk memerintah bumi dari jerussalem seperti apa yang telah di nubuahkan Allah SWT.
Al-Qur’an menjelaskan kedatangannya dengan menjelaskan bahwa Isa (As) tidak disalib , namun Allah SWt membuatnya nampak demikian.
“Dan mereka berkata (dengan lantang) , “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih , Isa putra Maryam Rosul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya , tetapi Allah membuatnya Nampak seperti itu. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa  benar-benar dalam keragu-raguan tentang pembunuhan itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka , mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepadanya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.  (Q.S. An-Nissa. 4:157-158)
Nasrani menolak pernyataan Al-Qur’an diatas dan terus percaya bahwa yesus telah mati ditiang salib.
Dilain pihak , yahudi menolak yesus sebagai messiah dan mereka sedang menunggu kedatangan messiah yang lain yang akan membebaskan tanah suci bagi yahudi , membawa yahudi kembali ketanah suci dan meng-klaim sebagai tanah mereka , mendirikan kembali Negara suci Israel yang pernah didirikan oleh Daud (As) , dan terakhir akan membuat Israel menjadi Negara adikuasa dibumi. Messiah itu akhirnya akan memerintahkan seluruh bumi dari Jerussalem suci dengan Pax Judaica yang akan membawakan kembali masa kejayaan kegemilangan yahudi.
Sekarang mari kita lihat kejadian dan peristiwa-peristiwa ditanah suci saat ini. Banyak bukti-bukti yang secara misterius timbul dan Nampak akan memvalidasi klaim yahudi kepada kebenaran mereka. Bukankah pembebasan tanah suci telah terjadi pada tahun 1917 ? kemudian dunia menyaksikan kembalinya yahudi ketanah suci untuk menyatakan bahwa tanah suci itu milik mereka setelah 2000 tahun mereka telah diusir oleh Allah SWT.
Pendirian Negara Israel ‘palsu’ kemudian terjadi tahun 1948 yang diikuti dengan pertumbuhan pertumbuhan Israel yang saat ini Nampak menjadi setara dengan adikuasa dibumi. Pada saat yang sama aliansi yahudi nasrani (peradaban eropa modern) telah membawa seluruh umat manusia kedalam satu pemerintahan dunia (globalisasi). Sekarang hanya masalah waktu bagi Israel untuk mengambil alih status adikuasa dari amerika serikat , dimana seorang Israel akan menjadi kepala pemerintahan dunia yang berpusat di Jerussalem dan dia akan mengaku kepada dunia bahwa dialah sang messiah!.
Nabi Muhammad SAW memberitahukan kepada dunia , bahwa Allah SWT yang mengetahui segala peristiwa (konspirasi) yang ada didunia telah merespon penolakkan yahudi kepada messiah yang asli dengan menciptakan messiah palsu. Allah SWT akan melepas makhluk itu kebumi dalam dimensi waktu yang berlainan dengan waktu kita dalam misi untuk meniru messiah yang asli dan akhirnya ketika dimensi waktunya sama dengan dimensi kita , maka Dajjal sang messiah palsu akan mencoba mendirikan satu pemerintahan dunia (globalisasi) dimana dia akan memerintah seluruh bumi dari Jerussalem.
Ada informasi mengenai pelepasan Dajjal kedunia setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke madinah khususnya setelah yahudi menolak Muhammad SAW sebagai Nabi dan juga menolak Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT. (lihat buku “Jerussalem didalam Al-Qur’an” sheikh Imran N Husein).
Nabi Muhammad SAW juga mengatakan bahwa senjata mutakhir yang digunakan Dajjal akan membuat manusia menjadi buta spiritual internalnya , dimana manusia tidak akan mampu menghadapi strategi muka dua dajjal , sehingga manusia akan tertipu. Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa strategi utama Dajjal adalah RIBA , dimana ia akan memaksakan kediktatoran nya kepada seluruh manusia. Dengan RIBA, dajjal akan memiskinkan siapa saja yang berani menentangnya , dan akan membuat kaya siapa saja yang menerima dan mendukungnya. Kaum elit manusia kaya diciptakan sebagai kaki tangan dan lumpur hisap untuk mengeksploitasi dan memperbudak rakyat sehingga dapat diperintah mereka atas nama Dajjal.  
BAB.4
AGENDA BESAR DAN ALIANSI YAHUDI NASRANI

AL-Qur’an dengan tegas telah melarang muslim untuk menjadi sekutu dengan yahudi dan nasrani. Tetapi tidak semua yahudi dan nasrani yang dimaksudkan. Lalu yahudi dan nasrani yang mana ? yaitu yahudi dan nasrani yang melakukan rekonsiliasi dan mendirikan persahabatan dan aliansi Judeo Nasrani.
Yahudi dan nasrani telah bermusuhan dan berperang satu sama lain dari awal sejarah mereka , karena yahudi telah membunuh Tuhannya Nasrani yaitu Yesus di tiang salib (silahkan periksa pengetahuan sejarah anda).
“Hai orang-orang yang beriman , janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi teman dan sekutumu , sebagian mereka adalah teman dan sekutu bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi teman dan sekutu , maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang melakukan Dhulum (kejahatan dan kelicikan)”.  (Q.S.Al-Maidah. 5:51)
Kita sekarang hidup dimasa seperti yang dijelaskan surah Al-Maidah ayat 51 diatas. Dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah , kita menyaksikan munculnya aliansi antara beberapa umat yahudi dan nasrani. Aliansi inilah yang telah menciptakan peradaban barat modern dan kini mereka telah memerintah bumi melalui Persatuan Bangsa Bangsa , dan organisasi lainnya. Mereka telah menciptakan system ekonomi dan moneter yang pada dasarnya licik dan tidak adil, dan dirancang untuk memperkaya diri mereka dengan menghisap kekayaan seluruh manusia dibumi. Aliansi yahudi dan nasrani inilah yang telah mendirikan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional.
Bertanyalah pada dirimu sendiri , apakah ayat Al-Qur’an diatas memperbolehkan muslim untuk menjadi anggota IMF yang diciptakan dan dikontrol oleh aliansi yahudi nasrani ? jawabannya seharusnya sangat jelas dan terang.
Elit kaya kini memerintah dunia diatas rakyat miskin dari seluruh umat manusia, dan Negara-negara kaya kini memerintah semua Negara-negara miskin yang ada diseluruh penjuru bumi. Sehingga para elite pemerintah dan korporasi diseluruh penjuru bumi mewakili satu jama’ah, dan panggung sandiwara kini telah dipersiapkan untuk kemunculan satu ameer (pemimpin) yang akan memerintah dunia dari jerussalem dan akan menjadi “MESSIAH PALSU”.
Mereka yang tidak mengenal Dajjal sebagai messiah palsu dan sebagai dalang dibelakang tatanan dunia saat ini , sekarang menjadi pemimpin yang memerintah seluruh dunia muslim. Maka konsekuensi logisnya adalah mereka dan dunia muslim yang mereka pimpin telah melanggar Al-Qur’an karena mereka menjaga dan menegakkan persahabatan dan persekutuan dengan aliansi yahudi nasrani. Selama orang-orang semacam ini terus memerintah dunia muslim maka mereka yang beriman yaitu umatnya Muhammad SAW akan terus dipenjara didalam kemiskinan dan kemelaratan sehingga tidak akan mampu melawan mereka-mereka yang memerangi islam atas nama Negara Israel.
Sekarang akan kami jelaskan bagaimana proses riba yang digunakan dajjal memberikan kekuatan pada mereka yang menerima dan mendukungnya, dan sebaliknya memperbudak dan memiskinkan mereka yang tidak menerima dan menentangnya. Apa yang dajjal lakukan adalah menciptakan sistim moneter internasional yang menipu penggunaan uang sedemikian sehingga nilai dari uang itu dapat dimanipulasi dan difungsikan sebagai alat pencurian legal , tipu daya universal , dan penindasan ekonomi. Dan salah satu bukti yang terlihat dengan jelas adalah eksploitasi tenaga kerja melalui upah minimum regional. Diseluruh penjuru bumi saat ini , apa yang disebut sebagai pasar bebas , pemerintah Negara-negara didunia telah menetapkan undang-undang upah minimum dalam rangka untuk mencegah pemberontakkan berdarah oleh mereka yang dipenjara dengan UMR.
Anda dapat mengenali dengan jelas proses pencurian legal dari aliansi yahudi nasrani ini dengan memusatkan perhatian pada peristiwa yang terjadi pada April 1933. Dimana pemerintah amerika serikat memberlakukan undang-undang yang melarang rakyat amerika serikat untuk menyimpan emas (koin dan lantakan) dan juga sertifikat jaminan emas. Ini disebut Demonitized uang emas , pelarangan penggunaan uang emas sebagai alat transaksi. Jika ada yang tertangkap menyimpan dan menggunakan uang emas maka akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar USD10.000 atau penjara selama 6 bulan.
Sebagai pengganti koin emas dan lantakan emas itu , maka federal reserve (bank sentral amerika serikat) yang merupakan bank milik swasta (perseorangan/yahudi) mengeluarkan uang kertas yaitu Dollar dengan nilai yang tercantum diatas kertas itu , dimana 1 ons emas ditukar dengan kertas bertuliskan USD 20 atau $20.
Dan kebanyakan rakyat amerika segera menuju ke bank untuk menukar emas mereka dengan uang kertas , namun ada juga beberapa orang amerika yang mengetahui penipuan ini , lalu mereka keluar dengan membawa emas itu keluar dari amerika.
Pada tahun yang sama pemerintah inggeris melakukan hal yang sama , yaitu melakukan Demonetized uang emas , mereka melarang penukaran uang kertas sterling dengan emas.
Setelah seluruh emas sudah dikumpulkan , langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah amerika serikat adalah mendevaluasi uang kertas pada bulan januari 1934 sebesar 41%. Lalu mereka membatalkan undang-undang demonetized uang emas tadi dan menyatakan bahwa uang kertas dapat ditukarkan dengan emas kembali. Lagi , rakyat amerika segera beramai-ramai ke bank untuk menukarkan uang kertas mereka dengan emas , rasio pertukaran yang baru adalah $35 untuk 1 ons emas. Maka dalam proses itu 41% harta rakyat amerika yang dicuri dan dirampok oleh pemerintah mereka sendiri. Para pembaca , tentunya dapat melihat penipuan sistim moneter berbasis uang kertas dengan cara pencurian yang legal itu.
Al-Qur’an berulang kali menyatakan perampokan dan pencurian kekayaan orang lain itu dilarang. Dan oleh karena itu HARAM. Contohnya terdapat dalam surah An-Nissa dan surah Hud :
“Hai orang-orang yang beriman , janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil. Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.  (Q.S.An-Nissa.4:29)
“dan Syu’aib berkata, “Hai kaumku , cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan masyarakat dengan mengurangi nilai harta benda mereka , dan janganlah kamu membuat kejahatan dimuka bumi ini dengan membuat kerusakkan”.   (Q.S.Hud.11:85)
Federal Reserve Bank dalam paparan diatas terlihat sedang melakukan percobaan dalam melakukan penipuan melalui sistim moneter berbasis uang kertas kepada rakyat amerika yang tidak mencurigainya, sebelum melakukannya kepada seluruh dunia, Ketika amerika serikat terlihat sebagai dewa penyelamat dunia pada akhir perang dunia ke2. Proses penghisapan kekayaan umat manusia dilakukan dengan cara menciptakan uang dari bahan kertas yang tidak berharga itu dan memaksakannya untuk digunakan diseluruh dunia. Mereka yang menguasai sistim moneter ini kemudian memilih suatu mata uang tertentu kemudian menyerangnya untuk dapat didevaluasikan secara terus menerus. Ketika mata uang kertas itu didevaluasikan , masyarakat Negara itu yang tidak curiga mengenai hal ini mengalami kerugian besar-besaran , dimana kerugian mereka adalah keuntungan bagi yang lain.
Kurang dari dua bulan sebelumnya yaitu September 1931 , pound mata uang kertas inggeris didevaluasi sebesar 31%. Kemudian meningkat menjadi 41% pada tahun 1934. Kemudian diikuti Franc perancis yang didevaluasi sebesar 30% dan Lira italia sebesar 41% dan Franc Swiss sebesar 30%. Hal yang sama secara terprogram terjadi diseluruh Negara-negara eropa. Hanya yunani yang diserang habis-habisan dengan devaluasi sebesar 59%.
Apa yang terlihat sebagai kebijakan “rampok tetangga anda” ditahun 30an dengan menggunakan devaluasi mata uang untuk meningkatkan kompetitas produk export dalam rangka menyeimbangkan deficit pembayaran, berakibat menurunnya permintaan barang , pengangguran besar-besaran , dan penurunan transaksi diperdagangan dunia yang dikenal sebagai “the great depression” atau “krisis ekonomi global”. Namun kenyataannya apa yang terjadi ini menyiapkan ditetapkan satu system moneter yang baru , yang disiapkan untuk memperbaiki tatanan ekonomi dunia dan menyelamatkan dunia dari kerusuhan dan huru-hara. Anda harus mengetahui bahwa setelah mengalami krisis ekonomi global ditahun 30-an ini , dunia mengalami perang dunia 2. Dengan kata lain , krisis ekonomi global yang dilanjutkan dengan perang dunia bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan , namun sebuah rencana yang dihitung dengan matang untuk membenarkan penetapan sisitim moneter yang baru yang akan membenahi tatanan dunia ekonomi yang carut-marut itu.
Kejadian yang aneh dan jarang terjadi itu , yaitu kolaborasi diantara Negara-negara eropadalam melakukan defaluasi mata uangnya masing-masing secara berkelanjutan dan terkordinasi seharusnya membangunkan dunia muslimterhadap bahaya sistim moneter berbasis uang kertas yang diciptakan oleh judeo nasrani eropa.
Aliansi judeo nasrani kemudian melanjutkan menetapkan sistim moneter internasional berbasis “mata uang kertas” di Bretton Wood. Mereka menggunakan hubungan antara mata uang internasional yaitu dollar amerika serikat dengan emas sebagai kamuflase untuk menyembunyikan realitas bahwa sekarang uang dapat dicetak dan digunakan sebagai uang tanpa syarat bisa atau tidaknya ditukar atau dijaminkan dipasaran dengan uang sebenarnya (emas) atau uang dengan nilai intrinsik.
Perjanjian Bretton Wood kemudian menciptakan IMF atau Dana Moneter Internasional pada tahun 1944 (bahkan sebelum PD2 berakhir) untuk mengatur kertas yang tidak dijaminkan dengan emas diseluruh penjuru bumi. Kamuflase itu terbongkar ditahun 1971 ketika presiden perancis Charles de Gaulle meminta amerika serikat menukar semua dollar amerika yang beredar di perancis ditukar dengan emas.
“kami berjanji , tetapi kami tidak harus menepatinya” , demikian kata paman sam yang tidak memiliki apa yang disebut moral.
Sangat menakjubkan sekali , bahwa tidak ada tindakkan dan respon dari intelek islam untuk memperingatkan dunia islam terhadap yang menghadang ini.jika sarjana-sarjana islam dibutakan dengan kamuflase dollar amerika itu, maka kejadian ditahun 1971 itu seharusnya dapat dilihat dengan jelas oleh mereka , bahwa dollar adalah alat pencurian perampokan legal. Sarjana dan ulama islam telah gagal dalam melihat sifat sistim moneter yang berbasis uang kertas sebagai sistim yang HARAM.
Konsekuensinya , dunia islam telah mengikuti aliansi judeo nasrani ini masuk kedalam sistim moneter lubang biawak.
Nabi Muhammad SAW bersabda , “Kamu akan mengikuti mereka yang datang sebelum kamu (yahudi nasrani) bahkan untuk masuk kelobang biawak”.
Maka ketika aliansi yahudi – nasrani eropa men-dekolonisasi semua kolonialisasi mereka diseluruh penjuru bumi (nasrani sebagai pelaksana kolonialnya , dan yahudi sebagai investornya. Anda tentunya tahu mengenai VOC dihindia timur dan EIC dihindia barat). Mereka memastikan bahwa daerah kolonial yang mereka tinggalkan itu, menggunakan sistim moneter berbasis uang kertas yang mereka ciptakan , melalui keanggotaan Negara-negara (yang baru mereka merdekakan) itu kedalam IMF.
Pasal-pasal perjanjian IMF melarang penggunaan emas sebagai uang, IMF melarang mata uang lain untuk dijaminkan dengan emas kecuali dollar amerika serikat { Art.4 section 2(b)} , artikel perjanjian menyatakan , pengaturan pertukaran (mata uang) meliputi :
(i)                Pengelolaan nilai mata uang oleh anggota melalui suatu hak khusus atau cara lainnya, selain emas , yang ditentukan sendiri oleh anggota atau
(ii)              Kerjasama kooperatif dimana anggota menentukan nilai tukar mata uangnya dengan anggota lain atau
(iii)            Cara-cara pertukaran lainnya yang disetujui oleh pilihan anggota.
  Pada bulan April 2002 , Ron Paul , anggota kongres amerika serikat mengirimkan surat berikut kepada kementerian keuangan AS dan juga Federal Reserve Bank (bank sentral AS). Dimana dia menanyakan mengapa IMF melarang mata uang yang dijaminkan emas kepada seluruh anggotanya.
Berikut surat dari Ron Paul :

Dengan Hormat,
Saya menulis surat ini untuk menanyakan mengenai artikel 4 , section 2b dari artikel perjanjian IMF, seperti yang anda ketahui , bahasa ini melarang anggota IMF untuk menghubungkan mata uang mereka dengan emas. Dengan demikian IMF telah melarang anggotanya untuk dapat menerapkan solusi yang tepat dalam menstabilkan mata uang mereka. Kebijakan ini dapat menghambat Negara yang bersangkutan untuk pulih dari krisis ekonomi , dan juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan membuat mereka terbelakang dalam hal stabilitas ekonomi maupun politik. Saya akan menghargai sebuah penjelasan mengenai hal ini dari kementerian keuangan maupun federal reserve , apa yang menjadi alasan bagi amerika serikat untuk terus menerapkan kebijakan yang sesat ini. Silahkan untuk menghubungi bapak Norman Singleton , direktur kantor saya , jika anda menginginkan penjelasan lebih lanjut mengenai permintaan saya ini.
Terima kasih atas kerjasama anda mengenai hal ini.
Ron Paul
Anggota DPR – AS.

Kementerian keuangan AS maupun Federal Reserve Bank tidak pernah menjawab surat Ron Paul ini. Karena memang tidak ada penjelasan yang dapat diberikan. Alas an dibalik itu adalah realitas dimana system moneter yang dikelola IMF ini telah diciptakan untuk merampok kekayaan umat manusia dan akhirnya menetapkan perbudakkan financial semua orang-orang yang menjadi musuh bagi aliansi yahudi – nasrani yang kini menguasai dunia.
System moneter IMF diciptakan sebagai system keuangan internasional dengan terminology moneter yang aneh dan baru, dimana muslim belum pernah menemukan sebelumnya.
Sebelumnya ada perbedaan diantara ‘mata uang kertas lokal’ yang diterima dan digunakan dinegara yang menggunakannya, dan pertukaran ‘mata uang kertas asing’ yang digunakan untuk perdagangan diluar Negara itu. Oleh karena itu , jika muslim dimalaysia hendak menjual barangnya kepada muslim diindonesia , maka muslim Indonesia harus menggunakan mata uang lain untuk melakukan pembelian. Karena alas an praktis , maka uang lain yang digunakan sebagai uang pembelian itu terbatas hanya untuk mata uang amerika serikat dan beberapa mata uang eropa. Sehingga jebakan telah dibuat agar seluruh manusia tetap menginginkan (menggunakan) mata uang perdagangan tersebut. Sehingga mata uang semacam ini (As dan Eropa) disebut sebagai ‘mata uang kuat’. Selama umat manusia terus menggunakan ‘mata uang kuat’ milik aliansi yahudi nasrani ini , maka selama itulah mereka dapat terus-menerus mencetak uang mereka , dan dalam prosesnya secara terus-menerus menciptakan kekayaan dari yang tidak ada menjadi ada.
Tujuan setan lainnya dari system ini adalah agar mata uang barat , bersama dengan seluruh mata uang Negara-negara kaki tangan mereka a9termasuk Negara muslim) tetap berada diposisi paling atas dalam hal pertukaran mata uang terhadap mata uang lainnya. Hal ini dicapai melalui serangan yang mengakibatkan devaluasi terhadap mata uang Negara target mereka. Ketika uang dinegara itu didefaluasi (dapat dilihat melalui naiknya komoditas kebutuhan pokok) terjadilah perpindahan kekayaan dari rakyat kepada elit penguasa. Hal ini juga memaksa buruh untuk tetap bekerja walaupun dengan gaji budak. Negara yang berhutang mata uang kuat itu , baik dari IMF maupun jaringan perbankan eropa lainnya tidak akan pernah dapat membayar hutang dengan bunga itu. Realitasnya memang itulah alasan mengapa maha karya IMF ini diciptakan. Negara-negara target dijebak dengan hutang besar , dan secara terus-menerus dikuras kekayaan (alam)nya dan dimelaratkan dalam proses pembayaran hutang dengan uang yang terus-menerus kehilangan nilainya. Semua ini terjadi tidaklah karena kebetulan belaka.
Akhirnya dan yang paling penting , system moneter berbasis uang kertas ini memfasilitasi system baru perbankan , yang disebut ‘fractional reserve banking sistim’ dimana bank dapat meminjamkan uang yang tidak mereka miliki dengan bunga. Hal ini juga merupakan penipuan legal. Saya mengira ulama dan mufti tidak mengerti mengenai fractional reserve banking atau mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistim ekonomi moneter.
Ketika uang electronic menggantikan uang kertas dalam transaksi besar , maka sistim moneter yang bathil ini makin menancapkan pondasinya , sehingga pasal perjanjian IMF akan “membantu …penghilangan peraturan mengenai pertukaran mata uang asing (forex) yang menghambat perdagangan dunia”. Penghilangan peraturan mengenai pertukaran mata uang asing ini akan menghilangkan kekebalan mata uang suatu Negara yang dijadikan target dalam serangan financial dimana keuntungan diperoleh melalui hilangnya nilai uang Negara itu.
System moneter internasional ini telah berhasil memenjarakan umat manusia diseluruh dunia dalam penjara kemiskinan dan bahkan kemelaratan. Dan ketika uang electronic telah mengambil peranannya dalam sirkulasi uang kertas maka hal ini akan memperbolehkan perbudakan financial terhadap seluruh umat manusia , termasuk dunia muslim.
Apakah dengan kenyataan ini ulama dan mufti akan menetapkan uang electronic sebagai ‘HALAL’ ?. muslim harus bertindak dengan cara yang benar aberharap campur tangan Allah SWT yang dapat mengeluarkan mereka dari perbudakkan financial ini. Apa tindakan itu ? bagaimana kita memulainya ?
Ketika muslim telah sadar bahwa mereka telah meninggalkan sunnah Rasulullah (SAW) dan sebagai gantinya telah mengikuti aliansi yahudi nasrani ke dalam ‘lubang biawak’ , maka tindakan yang harus dilakukan adalah berputar balik dan berusaha keluar dari lubang biawak itu dengan menjalankan sunnah yang telah ditinggalkan itu. Walaupun demikian , jika sunnah yang hilang itu ternyata juga terdapat didalam Al-Qur’an seperti dinnar dan dirham , maka muslim wajib meminta ampunan kepada Allah SWT terhadap penghianatan yang telah mereka lakukan melalui perjuangan untuk mendirikan kembali apa yang telah ditinggalkan itu.
Tahap Pertama
Mencetak Dinnar (koin emas) dan Dirham (koin perak) sehingga muslim dapat menunaikan kewajibannya seperti zakat , mahar , pembiayaan haji , dll. Sebagai tambahan , koin tersebut akan menjadi sarana dalam ‘menyimpan nilai’ dimana mereka yang kaya akan memiliki perlindungan yang diakibatkan oleh devaluasi uang kertas. Mencetak koin emas (dinnar) dan menjual atau menukarkannya kepasaran atau kemasyarakat tidak akan membantu masyarakat muslim yang miskin karena mereka pun sulit untuk memiliki bahkan hanya satu dinnar. Namun hal ini bisa menjadi sarana pendidikan bagi muslim untuk mengetahui kebenaran uang sunnah. Hanya ketika dinnar dan dirham ini digunakan sebagai sarana ‘penyimpanan nilai’ dan juga ‘media transaksi dalam perdagangan dipasar-pasar maka uang sunnah telah dikembalikan dengan sempurna dalam kehidupan muslim. Uang ini tentunya akan menyingkap tabir penipuan uang kertas. oleh karena itu tujuan dari gerakan moneter islam ini adalah penetapan undang-undang yang memperbolehkan penggunaan koin emas (dinnar) dan koin perak (dirham) sebagai alat tukar yang sah.
Silahkan anda tanyakan , mengapa koin emas dan koin perak tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai alat tukar ? tidak ada pemerintahan didunia ini yang dapat menjawabnya karena IMF juga tidak dapat menjawabnya.
Namun banyak muslim yang sulit diyakinkan mengenai realitas penipuan system moneter barat yang kita gunakan saat ini , selama para ulama sendiri tidak mengerti dan memahami akan subyek ini dan tetap bersikeras untuk mempertahankannya.
Mungkin muslim dapat disadarkan melalui sebuah hadist dari Rasulullah SAW dimana beliau memprediksikan datangnya sebuah masa , dimana para ulama akan mengkhianati Islam dan mereka akan menjadi manusia yang paling buruk dikolong jagat dan tidak akan ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya saja.

“Tidak akan lama lagi akan segera datang sebuah masa dimana tidak akan ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya , tidak akan ada yang tersisa dari Al-Qur’an kecuali suara bacaannya, dan mesjid mereka besar , mewah , dan megah namun didalamnya tidak ada petunjuk , dan ulama mereka akan menjadi makhluk yang paling buruk dikolong jagat , dimana dari mereka akan keluar fitnah terhadap islam dan kepada mereka pula fitnah itu dikembalikan”.
Tahap kedua
Tahap kedua dari perjuangan ini adalah penolakan penggunaan uang kertas dan uang elektronik oleh desa-desa terpencil yang terpisah jauh dari peradaban kota. Petani padi dipulau jawa  Indonesia sebagai contoh akan meminta pembayaran dengan koin emas dan perak untuk beras yang mereka hasilkan. Ketika pembeli menolak untuk membayar dengan koin emas atau koin perak maka petani akan melakukan demonetized uang kertas dengan memfungsikan beras sebagai uang. Tentu saja penggunaan beras sebagai uang hanya terbatas untuk transaksi kecil dan bersifat sementara , namun paling tidak uang sunnah sudah digunakan pada transaksi mikro , dan sementara itu penggunaan koin emas dan perak diberlakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan ekonomi hingga wilayah penggunaan uang sunnah ini dapat meluas hingga keperbatasan kota-kota , sampai prediksi Rasulullah SAW terjadi yaitu runtuhnya system moneter uang kertas.
Dari Abu Bakar bin Abi Maryam , Rasulullah SAW berkata :  “Akan datang suatu masa dimana tidak aka nada yang (berharga) untuk digunakan (dalam transaksi) , simpanlah Dinnar (koin emas) dan Dirham (koin perak)”.
                                                                                                                       (Musnad , Ahmad)

QUR'AN , EKONOMI , DAN KRIMINALITAS

QUR’AN , EKONOMI , DAN KRIMINALITAS
                                                        Syeikh Imran Nazar Hosein

Lingkungan kumuh kini meluas seperti jamur , sebuah mimpi buruk yang tidak akan berakhir , perang geng dan narkoba , perampokan bersenjata , penculikan , dan pembunuhan oleh para psikopat  merajalela dimana-mana. Lingkungan kumuh ini akan meningkat drastis seiring dengan runtuhnya dollar amerika. Inflasi akan meningkat drastis dan seiring dengan itu maka kriminalisme juga akan meningkat.
Apakah mungkin untuk mengakhiri mafia politik korup , system moneter yang korup , dan juga system hutang (kredit) dengan bunga yang memperkaya para elit predator dan mempermiskin rakyat ? Islam memandang keadilan sebagai dasar fundamental nilai moral yang tak tergantikan didalam pembangunan masyarakat yang stabil. Islam juga mengenali penindasan (penindasan ekonomi) sebagai penghancur masyarakat.
Dalam surah AN-NISA ; 135  ALLAH SWT berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Dengan yang kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”.
Dari penindasan ekonomi ke pemukiman kumuh ke kerajaan criminal
Ketika pasar yang berisi lowongan-lowongan pekerjaan , alokasi sumberdaya alam , dan aktivitas jual beli ditindas , dan uang sebagai medium jual beli tidaklah bebas ( dimanipulasi) dan tidak adil , maka terciptalah kesempatan bagi para elit didalam masyarakat untuk mengekploitasi kaum yang lemah  dan terlalu acuh untuk memproteksi diri mereka sendiri. Ekonomi yang sakit itu akhirnya menciptakan lingkungan kumuh dan seluruh masyarakat akan membayar mahal , ketika system seperti itu jatuh dan roboh. Akhirnya terciptalah hokum rimba , kejahatan dan kriminalitas menyebar merusak masyarakat.
ROSULULLAH S.A.W memperingatkan :
“Harj akan jatuh diatap rumah kalian seperti hujan” , “Apa itu Harj ya Rosul ? Beliu memjawab , “Pembunuhan tak beralasan (yang sporadis) sedemikian dahsyat sehingga yang membunuh tidak tahu alasannya membunuh dan yang dibunuh pun tidak tahu alasannya mengapa ia dibunuh”.
Politik Golongan (politik of patronage) dan kriminalitas
Politik golongan dimana pemerintah melakukan tebang pilih , mementingkan suatu golongan diatas golongan yang lain , korup dan menghancurkan pasar (jual beli) yang adil dan bebas.
Sehingga mereka yang diuntungkan oleh pemerintah akhuirnya akan menjadi begitu korup secara internal sehingga merekapun percaya bahwa mereka memiliki hak untuk merampok , menculik , dan bahkan membunuh untuk sesuap nasi , namun tak ingin berkeringat dalam mendapatkannya.
Qur’an merespon dan menyatakan bahwa :
“…manusia tidak berhak mendapatkan sesuatu , kecuali atas hasil keringatnya”(Al-Najm ; 39)
Kelicikan Sistem Moneter dan Kriminalitas
Pemerintah mencetak uang kertas yang tidak dapat ditukar (tidak dijaminkan) dan kemudian menetapkannya sebagai media legal transaksi. Dengan demikian mereka menciptakan kekayaan dari yang tidak ada, Mereka pada suatu hari nanti akan menerima ganjaran dari bid’ah ini (karena hanya Allah yang menciptakan kekayaan). Ketika uang kertas kehilangan nilainya, hasilnya adalah inflasi atau dengan kata lain “pencurian legal”. Ketika dengan konstan harga meningkat  dan upah minimum regional menurun , maka rakyat dirampok atas nilai pekerjaan mereka , barang-barang mereka , dan tanah mereka.
Dan Qur’an melarang “pencurian legal”  ini :
“…janganlah mengambil dari orang-orang apa-apa yang menjadi milik mereka dengan cara menurunkan nilainya”.( Al-Araf;75 , Hud ;85 , Asy-Syu’araa ;183).
Jatuhnya nilai intrinsic uang kertas (yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada) menghancurkan pasar yang bebas dan adil dimana terjadi transfer kekayaan yang massif dan tidak adil. Rakyat ditipu mentah-mentah (penipuan berencana), dan hilangnya penghasilan mereka menjadi keuntungan bagi kaum elite predator. ‘selamat datang’ kriminalitas.
Kejahatan dan kelicikan ini terselenggara ketika pemerintahan Negara-negara diseluruh jagat diharuskan untuk tunduk pada kedaulatan International Monetery Found (IMF) yang secara sepihat melarang penggunaan emas sebagai uang (art.4 section 2-b of the articles of agreement). Oelh karena itu, walaupun penjahat super licik telah menyerang dollar zimbwe, dan walaupun Negara ini adalah salah satu penghasil emas terbesar didunia , namun tidak bias menggunakan koin emas untuk menyelesaikan masalah inflasi abadi dalam ekonominya, dimana penyelesaian fundamental masalah ini secara tidak adil dilarang oleh mandor budak yang disebut hukum internasional.
Hutang dengan bunga (riba) dan kriminalitas
Baik kitab Al-Qur’an maupun kitab Injil , melarang hutang dengan riba.
“Maka jika kamu tidak meninggalkan riba , maka ketahuilah bahwa Allah dan Rosul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba) , maka bagimu pokok hartamu dan kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya”. (QS;Al-Baqarah-279).
Hutang dengan bunga adalah bukan transaksi yang sah karena penghutang tidak memiliki resiko rugi. Konsekuensinya , ketika perbankan modern (dan semua lembaga financial) menjadi motor perekonomian , maka kekayaan tidak lagi bersirkulasi dalam perekonomian itu. Yang kaya permanen kaya dan akan semakin kaya , yang miskin permanen miskin dan akan semakin miskin.
Qur’an menyatakan:
“…harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantaramu”(Qs:Al-Hashr:7).
Nasi akan menjadi bubur ketika masyarakat harus membayar penindasan ekonomi dengan merajalelanya kriminalitas. Keadaan seperti ini seperti apa yang dikatakan oleh Fidel Castro, Belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia dimana manusia telah mencapai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat , sebuah kemampuan yang luar biasa dalam membuat orang-orang kaya dan terpandang, dan pada saat yang sama belum pernah terjadi dalam sejarah manusia dimana kesenjangan sosial terlihat sepanjang-panjangnya, ketidak adilan dan kesengsaraan terlihat dimana-mana”.
Fidel castro juga merespon ketidak adilan dan penindasan ekonomi ini dengan:  “diperlukan pengadilan semacam Nuremberg untuk mengadili para penindas ekonomi dunia (globalization)”.
Partai politik , pemerintah , bank , wira usaha , yang membuat , mendukung , dan memperbolehkan ekonomi hutang dengan riba , pada saatnya nanti harus mempertanggung jawabkan ketidak adilan sistim ekonomi mereka. Dari penindasan ekonomi , kriminalitas akan merjalela dan akan terus menghantui masyarakat. Hubungan antara penindasan ekonomi dan kriminalitas pada masyarakat akan terselesaikan ketika Isa as turun kebumi , dan koin emas dan perak dipergunakan kembali sebagai media legal transaksi. Hutang dengan bunga akan ditebas , dan tangan-tangan pencuri akan dipotong, dan keadilan akan ditegakkan dipasar yang bebas dan adil. Kebenaran kemudian akan menang terhadap apapun juga. Pada saat itu, mereka yang sekarang secara licik memerangi islam dan menindas muslim, dalam rangka untuk menegakkan barbarisme ekonomi dan dominasi politik mereka terhadap seluruh manusia sejagat , akan dibuang dari catatan sejarah umat manusia.